Tebang Pilih Penegakan Hukum: Judi Remi Digerebek, Togel di Kawasan Makam Wali Kadilangu Malah Melenggang Bebas

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Mar 2026 06:07 57 Redaksi

KABUPATEN DEMAK – Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digencarkan Polres Demak di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah menuai sorotan tajam. Publik mencium adanya aroma tebang pilih setelah aparat melakukan penggerebekan judi kartu di satu sisi, namun seolah “tutup mata” terhadap praktik judi togel konvensional yang beroperasi bebas di kawasan religi Makam Sunan Kalijaga, Kadilangu.

Pada Minggu (1/3/2026), tim dari Polres Demak melakukan penggerebekan di wilayah Mranggen dan berhasil mengamankan lima orang warga yang sedang bermain judi kartu remi. Kelima tersangka yang kini mendekam di sel tahanan tersebut adalah:

* AL

* SW

* HW

* AG

* MG

Meski langkah ini sesuai hukum, banyak pihak menilai penangkapan ini hanyalah aksi “permukaan” untuk menggugurkan kewajiban operasi di bulan puasa.

Kontras dengan aksi di Mranggen, praktik perjudian toto gelap (togel) dan kupon “Kuda Lari” justru terpantau masih eksis di wilayah Kadilangu. Ironisnya, aktivitas ilegal ini berlangsung di dekat area makam wali yang sangat dihormati, bahkan di tengah kekhusyukan umat menjalankan ibadah puasa.

Berdasarkan investigasi lapangan (7/3/2026), terdapat beberapa titik transaksi yang sangat mencolok:

• Kawasan Makam Kadilangu: Penjualan togel kupon dan Kuda Lari yang beroperasi secara terbuka.

• Sekitar Makam Sunan Kalijaga: Praktik judi “togel putih” yang tetap melayani pembeli di tengah arus peziarah.

Aktivitas ini dilaporkan dikelola oleh seseorang berinisial (P), warga Demak yang diduga merupakan orang kepercayaan bandar besar jaringan judi togel. Lokasi yang disebut-sebut sebagai “kantor pusat” transaksi ini bahkan berada sangat dekat dengan tempat ziarah.

Kondisi ini memicu kemarahan warga. Praktik judi di dekat makam wali dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap nilai moral masyarakat dan kesucian bulan Ramadhan. Spekulasi mengenai adanya “atensi” atau koordinasi antara bandar dengan oknum aparat pun mulai mencuat di tengah masyarakat.

“Kenapa yang ditangkap hanya judi kartu kecil-kecilan di Mranggen? Sementara bandar togel yang omzetnya jauh lebih besar di Kadilangu malah dibiarkan? Ini yang namanya tebang pilih,” ungkap seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga secara tegas mendesak Kapolres Demak untuk menunjukkan integritasnya. Masyarakat menuntut agar polisi tidak hanya berani menindak pemain kecil, tetapi juga berani membongkar jaringan besar yang dikelola oleh inisial (P) dan kawan-kawan.

“Momentum Ramadhan seharusnya digunakan untuk membersihkan Demak dari maksiat secara total, bukan tebang pilih. Kami menunggu langkah nyata Polres Demak untuk menutup pusat judi di Kadilangu sebelum terjadi kegaduhan publik yang lebih besar,” tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu keberanian aparat untuk melakukan tindakan tegas terhadap praktik judi togel yang sudah menjadi rahasia umum tersebut demi menjaga situasi kondusif di Kota Wali.

Agung(*) 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA