Pemkot Salatiga Tindak Lanjuti Aduan Warga soal Sumur Berbau BBM di Sekitar SPBU Osamaliki

waktu baca 2 menit
Kamis, 1 Okt 2026 11:26 26 Redaksi

 

SALATIGA — Pemerintah Kota Salatiga menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran air sumur yang berbau bahan bakar minyak (BBM) di sekitar SPBU Osamaliki, Kecamatan Sidorejo, Salatiga.

Laporan warga tersebut diterima pada Senin (28/9/2026). Menindaklanjuti aduan itu, Pemkot Salatiga melalui Tim PPLH Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan verifikasi lapangan pada Rabu (30/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan lokasi sekaligus meminta keterangan dari pihak-pihak terkait di sekitar SPBU Osamaliki.

Hasil verifikasi menemukan adanya air sumur milik sebuah bengkel yang berada di dekat SPBU yang tercium berbau BBM.

Dalam pemeriksaan di lapangan, pihak SPBU Osamaliki juga menyampaikan bahwa sebelumnya telah terjadi kebocoran pada saluran dispenser BBM. Kebocoran tersebut disebut telah diperbaiki pada Mei 2026.

Meski perbaikan telah dilakukan, residu BBM yang terlanjur meresap ke dalam tanah dinilai sulit dibersihkan secara tuntas. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan aroma BBM masih tercium pada air sumur di sekitar lokasi.

Sebagai langkah awal, pihak SPBU Osamaliki telah melakukan pengurasan terhadap sejumlah sumur warga di sekitar lokasi yang terdampak.

Namun, warga masih menunggu kepastian mengenai langkah penanganan agar kualitas air tanah benar-benar kembali normal dan dapat digunakan tanpa kekhawatiran.

“Pada hari Rabu (30/9), rombongan dari DLH sudah membuktikan kualitas airnya. Tapi belum ada solusi dari pihak DLH. Bagaimana agar air kembali bersih dan tidak ternodai bahan bakar? Kami masih menunggu kepastiannya,” ujar Budi, salah seorang warga terdampak, kepada wartawan.

Sementara itu, Tim PPLH DLH Kota Salatiga merekomendasikan agar pihak SPBU Osamaliki melakukan pemantauan kualitas air tanah secara berkala di sekitar lokasi yang diduga terdampak.

Pihak SPBU juga diminta berkoordinasi lebih lanjut dengan DLH terkait hasil pemantauan kualitas air tanah tersebut.

Selain itu, Tim PPLH DLH Kota Salatiga akan melakukan pemantauan lanjutan untuk melihat perkembangan kondisi air tanah di sekitar lokasi.

Warga berharap penanganan tidak berhenti pada pengurasan sumur, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret untuk memastikan sumber pencemaran dan dampaknya benar-benar tertangani.

Mereka juga berharap adanya kepastian mengenai kualitas air sumur setelah sebelumnya ditemukan aroma BBM, sehingga masyarakat tidak terus berada dalam kondisi khawatir terhadap air yang mereka gunakan sehari-hari.

(Hadi Purwono) Red

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA