
SEMARANG – Kasus dugaan tabrak lari yang melibatkan sebuah mobil Toyota Agya berwarna abu-abu dan sempat viral di media sosial kini memasuki penanganan baru. Polisi mengungkap bahwa pengemudi mobil tersebut diduga merupakan anggota TNI, sehingga proses penyelidikan selanjutnya dilimpahkan kepada Detasemen Polisi Militer (Denpom) TNI.

Kasi Humas Polrestabes Semarang, Kompol Riki Fahmi Mubarok, membenarkan bahwa identitas pengemudi telah diketahui.
“Pelaku diduga anggota TNI. Informasinya sudah dilimpahkan ke POM TNI untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kompol Riki, Senin (3/8/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, insiden bermula pada Sabtu (1/8/2026) malam ketika mobil Toyota Agya abu-abu melaju dari arah selatan menuju utara di kawasan BSB City, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Diduga karena kurang memperhatikan kondisi lalu lintas di depan, mobil tersebut terlibat kecelakaan dengan sepeda motor Yamaha Mio yang berada di depannya serta Honda Supra 125 yang berada di belakangnya.
Alih-alih berhenti untuk memberikan pertolongan atau menyelesaikan kejadian sesuai prosedur, pengemudi diduga terus melaju meninggalkan lokasi. Dalam pelariannya, mobil tersebut kembali terlibat kecelakaan dengan sebuah Honda Scoopy merah di kawasan ujung Jalan BSB City Tower sebelum kembali meninggalkan tempat kejadian.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah video pengejaran mobil Toyota Agya dengan nomor polisi H 1648 UN viral di media sosial. Rekaman yang diunggah akun Instagram @portalsemarang memperlihatkan sejumlah pengendara sepeda motor mengejar mobil tersebut hingga kawasan Tol Krapyak.
Dalam video tersebut, mobil terlihat tetap melaju dengan kecepatan tinggi meski melintasi ruas jalan yang dipadati kendaraan, termasuk truk dan kendaraan besar lainnya.
Sebelumnya, Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Untung, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut mobil berawal dari kawasan Mijen dan diduga menyerempet beberapa sepeda motor sebelum melarikan diri.
“Mobil itu dari arah Mijen, BSB, nyerempet motor, terus kabur. Korbannya mengalami luka ringan,” jelas AKP Untung.
Dengan dilimpahkannya perkara kepada Denpom TNI, proses penyelidikan kini berada di bawah kewenangan Polisi Militer untuk memastikan kronologi, dugaan pelanggaran, serta pertanggungjawaban hukum apabila terbukti terjadi tindak pidana atau pelanggaran disiplin.
Kasus ini menjadi sorotan masyarakat dan diharapkan dapat ditangani secara profesional, transparan, serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga memberikan kepastian hukum bagi para korban maupun pihak yang diperiksa.
Agung Red (*)
Tidak ada komentar