Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Istana Ungkit Masalah Kedisiplinan

waktu baca 3 menit
Selasa, 2 Jun 2026 18:18 122 Redaksi

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah mengejutkan dengan merombak total jajaran pimpinan tertinggi Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6/2026) malam. Keputusan besar ini diambil hanya berselang beberapa jam setelah Presiden meninjau langsung pelaksanaan program unggulannya, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan makan bersama para siswa di sebuah sekolah di Jakarta Barat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengumumkan langsung pemberhentian Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN, beserta dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Sebagai gantinya, Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang untuk naik kelas menjadi Kepala BGN yang baru. Sebelumnya, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Dalam menjalankan tugas barunya, Nanik akan didampingi oleh dua wakil kepala baru, yaitu Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Pencopotan Dadan Hindayana tergolong sangat mengejutkan publik. Pasalnya, akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ini merupakan pimpinan pertama sejak BGN dibentuk pada Agustus 2024, dan baru saja menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo.
Pihak Istana mengonfirmasi bahwa pencopotan ini merupakan hasil pemantauan dan evaluasi (monev) ketat yang dilakukan selama hampir 1,5 tahun program berjalan. Faktor kedisiplinan, tata kelola organisasi, serta jaminan kualitas makanan menjadi alasan utama di balik keputusan tegas sang Presiden.

Sebagaimana diketahui, operasional dapur pemenuhan gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lapangan kerap didera masalah serius. Sejak program MBG berjalan masif, kasus-kasus dugaan keracunan makanan pada siswa sekolah sempat mencuat di beberapa daerah.
Berdasarkan data internal BGN hingga akhir Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang beroperasi di seluruh Indonesia, manajemen BGN di bawah Dadan tercatat telah membekukan sementara (suspend) sebanyak 8.182 SPPG akibat pelanggaran standar operasional dan higienitas. Rentetan masalah manajemen di lapangan inilah yang diduga kuat mendorong Presiden Prabowo melakukan penyegaran kepemimpinan demi menyelamatkan kualitas program strategis nasional tersebut.

Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menilai penunjukan Nanik S. Deyang sangat tepat. Menurutnya, mantan jurnalis senior tersebut memiliki kapabilitas lapangan yang kuat untuk langsung bergerak cepat membenahi SPPG yang tidak disiplin serta menutup dapur-dapur penyedia makanan yang bermasalah. Sementara itu, kehadiran Agustina Arumsari diharapkan memperkuat akuntabilitas keuangan, dan Mayjen TNI Trenggono akan mempertegas kedisiplinan serta rantai logistik di seluruh wilayah Indonesia.

Meskipun dicopot secara mendadak, Dadan Hindayana menunjukkan sikap legawa. Saat diwawancarai oleh awak media, ia menyatakan bahwa perombakan kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden yang harus dihormati.
Dadan mengungkapkan rasa terima kasihnya yang tak terhingga karena telah diberi kesempatan menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih, sesuatu yang diakuinya tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Ia juga menyampaikan ucapan selamat bekerja kepada jajaran pimpinan BGN yang baru ditunjuk.

Pihak Istana menjamin bahwa transisi kepemimpinan ini tidak akan mengganggu jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sudah berjalan di seluruh pelosok Indonesia.

(IT/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA